Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa sebanyak 30 persen dana haji akan dialokasikan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan [Link].
Namun, klaim tersebut tidak benar.
Tim Pemeriksa Fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui situs TurnBackHoax menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan memasukkan kata kunci “30% dari dana haji untuk MBG” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak menemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Penelusuran kemudian dilanjutkan untuk mengetahui sumber anggaran program MBG. Berdasarkan pemberitaan Detik.com, anggaran program Makan Bergizi Gratis berasal dari beberapa sektor dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Rinciannya, sektor pendidikan menyumbang sekitar Rp223 triliun atau 83,4 persen dari total anggaran. Kemudian sektor kesehatan sebesar Rp24,7 triliun atau sekitar 9,2 persen, serta sektor ekonomi sebesar Rp19,7 triliun atau sekitar 7,4 persen.
Sepanjang penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan bukti maupun pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebutkan bahwa dana haji digunakan sebagai sumber pembiayaan program MBG. Informasi mengenai alokasi 30 persen dana haji untuk program tersebut juga tidak tercantum dalam kebijakan resmi pemerintah.
Dengan demikian, unggahan yang mengeklaim bahwa 30 persen dana haji akan dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis merupakan informasi palsu atau fabricated content.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi yang jelas. Pastikan selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi pemerintah maupun media kredibel sebelum menyebarkannya kembali, agar tidak ikut memperluas penyebaran informasi yang menyesatkan.
Sumber:
https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8360654/berapa-anggaran-mbg-2026-seperti-ini-penjabarannya
https://turnbackhoax.id/articles/32534-salah-30-dari-dana-haji-bakal-dialokasikan-untuk-mbg