Sebuah tangkapan layar berlogo Tempo beredar di media sosial X dan Instagram sejak awal Januari 2026. Unggahan tersebut menampilkan video warga yang melempari lokasi pertambangan dengan narasi seolah-olah media Tempo memberitakan aksi warga Aceh menyerang tambang ilegal milik warga negara Cina di Krueng Woyla, Aceh Barat.
https://twitter.com/IndonesiaFedera/status/2006345497536299153
Konten itu disertai judul “Warga Cina Diduga Menambang Emas Secara Ilegal, Ini Modusnya” serta tambahan teks yang menarasikan bahwa warga Aceh melakukan penyerangan terhadap tambang asing. Klaim tersebut kemudian menyebar luas dan memicu kesalahpahaman publik mengenai sumber berita dan peristiwa yang terjadi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, tangkapan layar tersebut merupakan hasil manipulasi. Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa redaksi tidak pernah menerbitkan berita dengan tampilan maupun judul seperti yang beredar. Logo dan format berita dicatut untuk memberi kesan seolah konten itu berasal dari media resmi.
Verifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa artikel asli Tempo dengan judul serupa memang pernah terbit pada Mei 2024. Namun, isi pemberitaan tersebut membahas penindakan terhadap dugaan penambangan emas ilegal di Ketapang, Kalimantan Barat, lengkap dengan foto konferensi pers aparat dan pemerintah. Tidak ada kaitannya dengan peristiwa di Aceh maupun video warga yang beredar.
Sementara itu, video yang digunakan dalam unggahan hoaks berasal dari peristiwa berbeda. Hasil pencarian gambar terbalik menemukan rekaman tersebut pernah diunggah sejumlah media lokal dan nasional pada Oktober 2025. Video itu mendokumentasikan aksi protes puluhan warga yang melempari kapal penambang emas milik PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) di aliran Sungai Krueng Woyla, Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.
Aksi tersebut terjadi pada Sabtu, 4 Oktober 2025, bertepatan dengan kunjungan lapangan Panitia Khusus DPRK Aceh Barat ke lokasi tambang. Peristiwa itu merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap aktivitas penambangan yang kembali memanas, bukan serangan terhadap tambang milik warga negara asing seperti yang diklaim dalam narasi viral.
Penyebaran tangkapan layar editan ini menunjukkan bagaimana konten visual dapat dimanipulasi dengan menggabungkan video lama, judul berita asli, serta logo media kredibel untuk menciptakan kesan informasi yang meyakinkan.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai unggahan sensasional di media sosial, terutama yang mencatut nama media arus utama. Informasi yang dipelintir berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memperkeruh situasi, dan merusak kepercayaan publik terhadap sumber berita yang kredibel. Selalu lakukan verifikasi dengan mengakses sumber resmi sebelum membagikan ulang informasi.
Sumber:
https://www.instagram.com/reels/DS60rP4AIL9
https://twitter.com/dwioktariyadi/status/2007117304686153740
https://www.tempo.co/ekonomi/warga-cina-diduga-menambang-emas-secara-ilegal-ini-modusnya-59782
https://www.youtube.com/watch?v=OKyVjHE8_ZA