Sebuah video yang menampilkan narasi aksi damai ribuan umat Islam di Surabaya sambil membawa bendera Israel beredar luas di media sosial X dan memicu beragam reaksi publik. Unggahan tersebut diklaim sebagai dokumentasi kegiatan masyarakat yang menyerukan perdamaian antara dunia Islam dan Israel.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian menelusuri kebenaran video tersebut. Berdasarkan analisis menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation, video yang beredar terindikasi kuat sebagai hasil rekayasa digital. Hasil pemeriksaan menunjukkan skor agregat mencapai 99,9 persen sebagai konten buatan AI.
Video tersebut pertama kali diunggah melalui platform X oleh sebuah akun pada awal Januari 2026. Dalam narasi yang menyertai unggahan, disebutkan bahwa ribuan umat Islam di Surabaya berjalan membawa bendera Israel sebagai simbol harapan hidup berdampingan secara damai. Konten itu kemudian menarik perhatian publik, ditonton puluhan ribu kali, serta memicu interaksi dalam bentuk komentar dan pembagian ulang.
Namun, hasil verifikasi menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai fakta. Tidak ada peristiwa nyata seperti yang digambarkan dalam video. Visual yang beredar merupakan fabricated content atau konten palsu yang dibuat secara digital menggunakan teknologi AI.
Dengan demikian, narasi yang menyebut adanya aksi damai umat Islam di Surabaya sambil membawa bendera Israel dipastikan tidak benar. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap konten visual yang beredar, terutama yang berpotensi memicu kesalahpahaman atau sentimen tertentu.
Sumber: