Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya akan memberikan bantuan khusus bagi lansia. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun “Lunas Hutang” pada Sabtu (4/4/2026) dan disertai ajakan untuk menghubungi nomor WhatsApp yang disebut sebagai “bendahara” dengan iming-iming bantuan terbatas hanya untuk sejumlah orang terpilih. [Link]
Unggahan ini menarik perhatian publik dan telah ditonton lebih dari 16 ribu kali, serta mendapat ratusan interaksi berupa komentar, reaksi, dan dibagikan ulang oleh pengguna lainnya.
Namun, setelah tim pemeriksa melakukan penelusuran melalui mesin pencarian Google dengan kata kunci terkait bantuan sosial lansia, ditemukan bahwa pemerintah memang memiliki program perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia. Program tersebut dikelola oleh Kementerian Sosial, bukan Kementerian Keuangan, dan tidak pernah disalurkan melalui jalur pribadi seperti WhatsApp.
Hasil penelusuran mengarah pada pemberitaan media kredibel yang menjelaskan bahwa mekanisme pendaftaran bantuan sosial lansia dilakukan melalui pemerintah daerah setempat. Calon penerima harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan cara mengajukan diri ke kantor desa atau kelurahan sesuai domisili.
Prosesnya meliputi penyerahan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga, kemudian dilakukan verifikasi oleh petugas melalui musyawarah desa atau kelurahan. Setelah itu, data yang telah diverifikasi akan diusulkan ke Kementerian Sosial untuk penetapan akhir. Masyarakat juga dapat memantau status bantuan melalui platform resmi yang disediakan pemerintah.
Tidak ditemukan mekanisme resmi yang melibatkan komunikasi melalui nomor WhatsApp pribadi seperti yang tercantum dalam unggahan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya potensi penipuan dengan modus mengatasnamakan program bantuan pemerintah.
Selain itu, tim pemeriksa juga melakukan analisis terhadap video yang digunakan dalam unggahan. Hasil pemeriksaan menggunakan alat deteksi menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI), dengan tingkat probabilitas kepalsuan yang sangat tinggi.
Kesimpulan
Klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya memberikan bantuan lansia melalui kontak WhatsApp adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan konten palsu yang berpotensi menyesatkan sekaligus merugikan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menggunakan narasi sensasional dan mencantumkan kontak pribadi. Pastikan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah atau sumber terpercaya agar terhindar dari penipuan.
Sumber:
- https://turnbackhoax.id/articles/33313-penipuan-purbaya-beri-bantuan-untuk-lansia
- https://www.metrotvnews.com/read/bD2CMvGg-panduan-lengkap-mendaftar-bansos-pkh-lansia-via-dtks
- https://drive.google.com/file/d/1uoi0foe5VTRagXicJPp2S5qi6Ow95rf3/view?usp=drive_link
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1775531093.72368/index.html