Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, akan mengalami erupsi besar akibat tekanan lempeng dari jalur Bojonegoro yang dipicu gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa informasi mengenai potensi erupsi besar Gunung Lawu merupakan hoaks.
Menurut Badan Geologi, hasil pemantauan aktivitas Gunung Lawu, termasuk pengamatan terhadap manifestasi panas bumi, analisis gas, serta air panas di sekitar gunung, tidak menunjukkan adanya pergerakan magma menuju permukaan yang dapat mengindikasikan peningkatan aktivitas vulkanik.
Badan Geologi juga menyatakan bahwa tidak terdapat bukti ilmiah yang menghubungkan gempa yang terjadi di Palu dengan potensi erupsi besar Gunung Lawu. Informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak didasarkan pada hasil kajian maupun data resmi dari lembaga yang berwenang.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi dan selalu mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi Badan Geologi dan pemerintah.
Kesimpulan
Klaim bahwa Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar akibat gempa di Palu adalah hoaks. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Geologi, tidak ditemukan indikasi pergerakan magma menuju permukaan. Dengan demikian, informasi tersebut tergolong sebagai konten palsu (fabricated content).
Counter Link