Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memuat narasi seolah-olah Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyatakan bahwa penculikan warga negara Indonesia (WNI) oleh tentara Israel merupakan sebuah risiko yang harus diterima. Narasi tersebut kemudian menyebar luas dan memicu beragam respons dari warganet.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan informasi yang dimuat oleh Kompas.com, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyebut Natalius Pigai pernah menyampaikan bahwa penculikan WNI oleh tentara Israel merupakan risiko.
Sebaliknya, Pigai menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Kementerian HAM disebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta memanfaatkan jalur kelembagaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan hak dan keselamatan WNI tetap terlindungi.
Dengan demikian, narasi yang mencatut nama Natalius Pigai dan menyebut penculikan WNI oleh tentara Israel sebagai risiko merupakan informasi menyesatkan yang tidak didukung fakta maupun sumber resmi. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar di media sosial sebelum mempercayai atau membagikannya kembali.

Link Counter: