Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax turun menjadi Rp10.500 per liter.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran Kompas.com, dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 11 Juni 2026, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak pernah menyampaikan bahwa harga Pertamax diturunkan menjadi Rp10.500 per liter.
Dalam pernyataannya, Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, ditetapkan berdasarkan mekanisme harga pasar yang berlaku. Sementara itu, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan biosolar, guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi perekonomian nasional.
Selain itu, hingga saat ini PT Pertamina Patra Niaga juga belum mengumumkan adanya perubahan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, sebagaimana diklaim dalam unggahan yang beredar.
Kesimpulan
Klaim bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan harga Pertamax turun menjadi Rp10.500 per liter adalah hoaks. Tidak ada pernyataan resmi maupun pengumuman dari pemerintah dan Pertamina yang membenarkan informasi tersebut, sehingga unggahan itu tergolong sebagai konten palsu (fabricated content).
Link Counter: