Cekberitanya.com - Beredar unggahan foto dari akun Facebook “Hamidan Rudi” yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sosial menghapus berbagai program bantuan sosial seperti BLT, PKH, BPNT, BPJS, KIP, dan PIP, serta mengalihkan seluruh anggarannya ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).[Link]
Unggahan tersebut juga memuat narasi provokatif yang menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.
Hingga pertengahan Maret 2026, unggahan ini telah mendapat ribuan interaksi dari pengguna Facebook.
Tim pemeriksa melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan klaim tersebut ke mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada artikel dari CNN Indonesia yang membahas pernyataan Presiden Prabowo terkait anggaran program MBG.
Dari penelusuran tersebut diketahui bahwa anggaran MBG berasal dari efisiensi belanja negara, bukan dari penghapusan seluruh program bantuan sosial. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi pemborosan dan mencegah potensi korupsi anggaran.
Penelusuran lanjutan juga menunjukkan bahwa pemerintah memang melakukan penyesuaian data penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun, penghentian bantuan hanya berlaku bagi penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria, seperti kondisi ekonomi yang membaik, data tidak sesuai, atau penerima telah meninggal dunia.
Hal ini dilakukan agar bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan, bukan untuk menghapus seluruh program bansos secara menyeluruh.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun bukti kredibel yang menyebut seluruh bansos dihapus dan dialihkan ke program MBG.
Kesimpulan
Klaim bahwa Presiden Prabowo menghapus semua bantuan sosial untuk dialihkan ke program MBG adalah tidak benar. Faktanya, yang terjadi adalah penyesuaian data penerima dan efisiensi anggaran. Unggahan tersebut merupakan konten menyesatkan (misleading content).
Sumber: