Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang mengeklaim perusahaan farmasi Moderna telah mengembangkan vaksin hantavirus sejak 2023 sebagai bukti bahwa virus tersebut sengaja direkayasa untuk dijadikan pandemi dan meraup keuntungan dari penjualan vaksin.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan hasil penelusuran, hantavirus bukanlah virus baru. Virus ini telah dikenal sejak awal 1950-an setelah menyebabkan wabah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) pada masa Perang Korea. Virus penyebabnya berhasil diidentifikasi pada akhir 1970-an dan kemudian diklasifikasikan sebagai hantavirus.
Vaksin hantavirus juga bukan baru dikembangkan pada 2023. Vaksin Hantavax, yang dikembangkan oleh tim Prof. Ho Wang Lee di Korea Selatan, telah memperoleh izin penggunaan sejak 1990 dan digunakan di sejumlah negara Asia Timur untuk mencegah infeksi hantavirus tertentu.
Adapun kerja sama antara Korea University dan Moderna yang dimulai pada September 2023 bertujuan mengembangkan vaksin hantavirus berbasis teknologi mRNA untuk menghadapi berbagai strain virus yang terus berkembang. Hingga saat ini, Moderna belum memiliki vaksin hantavirus komersial yang disetujui untuk digunakan secara luas. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari riset ilmiah, bukan bukti bahwa perusahaan tersebut merekayasa munculnya virus hantavirus.
Kesimpulan
Klaim bahwa Moderna telah membuat vaksin hantavirus sejak 2023 sebagai bukti virus tersebut sengaja direkayasa adalah tidak benar. Faktanya, hantavirus telah dikenal sejak 1950-an, vaksin hantavirus telah digunakan sejak 1990, sedangkan kolaborasi Moderna dengan Korea University sejak 2023 hanya untuk penelitian pengembangan vaksin berbasis mRNA. Dengan demikian, unggahan tersebut merupakan konten dengan konteks yang menyesatkan (missing context).
Link Counter:
https://tirto.id/hoaks-rekayasa-vaksin-hantavirus-dibuat-moderna-sejak-2023-hAdt