Beredar sebuah tautan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai laman pendaftaran program Tiga Juta Rumah Gratis dari pemerintah.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran yang merujuk pada Kompas.com, tautan yang beredar tidak mengarah ke laman resmi pemerintah, melainkan ke sebuah formulir yang meminta pengunjung mengisi data pribadi, seperti nama lengkap, asal provinsi, dan nomor akun Telegram aktif.
Pola tersebut mengindikasikan bahwa tautan tersebut merupakan modus phishing atau upaya pencurian data pribadi dengan mengatasnamakan program pemerintah.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memang menjalankan program subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, proses pendaftarannya tidak dilakukan melalui tautan yang beredar di Facebook. Penyaluran program tersebut dikelola oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), masyarakat berpenghasilan tidak tetap diwajibkan melampirkan surat keterangan penghasilan yang diketahui dan ditandatangani oleh kepala desa atau lurah sebagai pengganti slip gaji. Seluruh dokumen kemudian diajukan melalui bank penyalur yang telah ditunjuk, bukan melalui formulir di media sosial.
Kesimpulan
Klaim bahwa tautan di Facebook merupakan laman resmi pendaftaran program Tiga Juta Rumah Gratis adalah hoaks. Tautan tersebut mengarah ke laman tidak resmi yang diduga merupakan modus phishing untuk mencuri data pribadi, sehingga unggahan tersebut tergolong sebagai konten palsu (fabricated content).
Link Counter: