Beredar sebuah unggahan video di TikTok yang mengeklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat menyerahkan data pribadi untuk memperoleh bantuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Unggahan tersebut juga menyertakan tautan yang mengarahkan pengguna untuk mendaftar.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), tautan yang disertakan dalam unggahan mengarah ke sebuah formulir yang meminta pengguna mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Setelah itu, pengguna diminta memasukkan kode verifikasi untuk masuk ke akun Telegram. Pola tersebut diduga merupakan modus phishing atau upaya pencurian data pribadi.
Tim TurnBackHoax kemudian menganalisis video menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas mencapai 99,3 persen.
Penelusuran juga dilakukan menggunakan teknik reverse image search di Google. Hasilnya mengarah pada video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden. Video asli merupakan dokumentasi pidato Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 8 April 2025. Dalam video tersebut, tidak ada pernyataan yang mengajak masyarakat menyerahkan data pribadi untuk memperoleh bantuan dari Kementerian Keuangan.
Kesimpulan
Klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya meminta masyarakat menyerahkan data pribadi untuk memperoleh bantuan Kementerian Keuangan adalah hoaks. Video tersebut menggunakan audio hasil rekayasa AI dan disertai tautan yang diduga sebagai modus phishing, sehingga unggahan tersebut tergolong sebagai konten palsu (fabricated content).
Link Counter: