Sumber: Comsumeri.id
Ketika nonton drama china kalian pernah terpikir "dih aktingnya jelek banget.." atau "template banget alurnya..." tapi tetep lanjut nonton, bahkan nonton genre yang lain.
Short Drama China atau yang lebih populer dengan sebutan Dracin pada tahun 2025 mulai meledak dimana-mana. Durasi episodenya yang singkat, editingnya yang kadang bikin geleng-geleng, aktornya kaku, Tapi banyak yang nonton. Bahkan, rela bayar cuma untuk lanjut nonton kelanjutan episodenya.
Fenomena ini sebenarnya selaras dengan cara kerja otak kita di era yang serba cepat ini.
Drama ini dimulai langsung di tengah konflik, tidak ada basa-basi, tidak ada pembangunan karakter panjang. Semuanya langsung "to the point". dan karena tiap episodenya selalu diakhiri dengan cliffhanger, otak kita merasa terpancing, "satu episode lagi deh.."
Lalu gak terasa udah bahis 25 episode aja.
Secara psikologis, short dracin ini memberi hantaman dopamin. Cepat merasa puas, cepat penasaran, dan dengan cepat secara gak sadar kita terbawa suasana untuk mengklik episode selanjutnya. Ceritanya mudah dicerna tanpa perlu mikir, gak perlu banyak waktu untuk satu episodenya, dan cocok sama budaya scrolling yang cuma butuh 1-30 detik sebelum pindah ke hal lain.
Yang lebih menarik lagi, banyak platform menerapkan sistem bayar per-episode atau nonton iklan untuk dapat melanjutkan episodenya.
Memang 10 episode pertama kita dikasih gratis, tapi selanjutnya kita harus bayar untuk tau ceritanya. Model seperti ini memanfaatkan rasa penasaran yang sudah dibangun di awal.
Harga per-episodenya memang kecil, tapi efek micro payment buat orang gak sadar kalo mereka udah mengeluarkan lebih banyak dari yang mereka kira.
Dari sisi industri, drama kayak gini sangat murah untuk di produksi, sangat cepat dibuat, dan sangat mudah viral di tiktok, instagram reels, dan youtube short.
oleh karena itu, alurnya ceritanya yang dibuat mirip-mirip. Kayak cerita CEO kaya, istri yang diremehkan, balas dendam, atau time travel. Satu template cerita bisa dipakai berkali-kali karena memang selalu diminati banyak penonton.
ya bisa dibilang shirt drama cina ini adalah perpaduan antara psikologi, algoritma, dan industri konten yang super cepat. Kita tahu kualitasnya biasa aja, tapi tetap aja kita tetep menontonnya.