Skip ke Konten

Pemerintah Percepat Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

5 Januari 2026 oleh
Pemerintah Percepat Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
CekBeritanya.com
| Belum ada komentar

Pemerintah Republik Indonesia terus mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (huntara) di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah ini. Peninjauan langsung proyek pembangunan tersebut dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian. 

Menurut Dody, pembangunan huntara bukan sekadar memberi tempat tinggal, tetapi juga simbol kehadiran negara di tengah situasi darurat. Huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana, termasuk keamanan, kenyamanan, serta fasilitas yang memadai seperti jaringan air bersih dan sanitasi yang layak. “Kami mendukung penuh kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan warga terdampak dapat segera tinggal di hunian yang lebih layak,” ujarnya dalam keterangannya.

Pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang dirancang modular menggunakan struktur baja ringan yang kokoh dan mempermudah proses konstruksi. Setiap blok hunian dapat menampung hingga 12 keluarga dengan fasilitas dasar seperti listrik, penerangan, dan toilet komunal. Targetnya, seluruh proyek dapat rampung pada awal Januari 2026 sehingga segera bisa dihuni masyarakat.

Pejabat BNPB, Budi Irawan, memberikan apresiasi terhadap kualitas dan kecepatan pengerjaan huntara yang sudah berdiri hanya dalam hitungan hari. Ia berharap hunian sementara ini akan segera menjadi tempat tinggal yang lebih manusiawi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan warga pada tenda-tenda pengungsian.

Sinergi Pemerintah dan BUMN dalam Percepatan Pembangunan

Upaya percepatan pembangunan huntara tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk keterlibatan sejumlah BUMN yang tergabung dalam konsorsium Danantara Indonesia. Mereka bekerja secara intensif dengan pola kerja 24 jam, demi mencapai target pembangunan ribuan hunian sementara di wilayah rawan bencana di Sumatra.

PT PLN (Persero) juga memastikan seluruh hunian sementara yang sudah dibangun telah tersambung listrik, sehingga mendukung kenyamanan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana. Presiden RI Prabowo Subianto turut mengapresiasi progres tersebut dan menegaskan perlunya sinergi lintas kementerian dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan warga pascabencana. 

Percepatan pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari target nasional pemerintah yang menargetkan penyelesaian hingga 15.000 unit hunian sementara dalam tiga bulan ke depan di sejumlah provinsi terdampak, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Tantangan dan Strategi Pemulihan Lebih Lanjut

Meski pembangunan hunian bergerak cepat, pemerintah juga menghadapi tantangan seperti penyediaan lahan dan kondisi medan yang berat. Pemerintah pusat bersama pemda terus berkoordinasi untuk mengatasi hambatan tersebut, termasuk dalam perencanaan hunian tetap (huntap) yang sedang dibahas untuk fase pemulihan berikutnya. 

Upaya ini merupakan bagian dari strategi komprehensif respon bencana yang mencakup tiga tahapan: tanggap darurat, transisi, dan rehabilitasi/rekonstruksi. Percepatan penyediaan hunian sementara menjadi prioritas utama untuk memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi korban bencana, sekaligus memperkuat fondasi pemulihan sosial dan ekonomi komunitas setempat.

di dalam Berita
Share post ini
Masuk untuk meninggalkan komentar
Warga Aceh Timur Antusias Sambut Bantuan Logistik Melalui Helibox