Beberapa unggahan di media sosial menyebarkan narasi bahwa Presiden “Prabowo minta warga Aceh keroyok Bahlil”. Klaim tersebut telah beredar di platform seperti Facebook (link) tanpa disertai sumber yang jelas dan tidak terbukti berdasarkan fakta atau pemberitaan media kredibel. Hasil penelusuran melalui mesin pencari Google dan media arus utama tidak menemukan satupun laporan resmi yang mendukung narasi tersebut.
Sebaliknya, foto yang digunakan dalam unggahan itu ternyata berasal dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Provinsi Aceh pada Jumat, 12 Desember 2025, ketika beliau meninjau dampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Kunjungan ini diliput secara luas oleh berbagai media dan dokumentasi resmi pemerintah (Serambinews.com).
Konteks Sebenarnya dari Foto Tersebut
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke lapangan untuk bertemu dengan warga terdampak bencana, mendengarkan keluhan mereka, serta memastikan percepatan penanganan pemulihan pascabencana. Beliau juga berkomunikasi langsung dengan masyarakat mengenai kebutuhan dasar seperti air bersih dan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir. ANTARA News+1
Salah satu pemberitaan menyebutkan bahwa warga di lokasi bencana menyampaikan keluhan terkait kelangkaan air bersih, pemadaman listrik berkepanjangan, serta tantangan distribusi bantuan—suara yang direkam dalam dialog dengan Presiden dan timnya. ANTARA News+1
Reaksi dan Situasi Lapangan
Dalam berbagai kesempatan dialog dengan warga, dilaporkan juga bahwa beberapa warga mengoreksi klaim pejabat terkait kondisi kelistrikan dan kebutuhan di lapangan, karena realitas yang mereka alami saat itu belum sepenuhnya sesuai dengan data yang diklaim oleh pihak terkait. Namun tidak ada catatan resmi atau rekaman pernyataan dari Presiden Prabowo yang memerintahkan kekerasan terhadap pejabat manapun. ANTARA News+1
Kesimpulan
Berdasarkan fakta yang terverifikasi:
Foto yang disebarkan memang asli berasal dari kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh pada Desember 2025. ANTARA News
Namun narasi “Prabowo minta warga Aceh keroyok Bahlil” tidak didukung bukti dan tidak pernah dilaporkan oleh media kredibel.
Klaim seperti ini termasuk misinformasi/hoaks, yang berpotensi menyesatkan publik dan membuat interpretasi yang salah terhadap peristiwa nyata.