Sebuah unggahan di media sosial membagikan tautan yang diklaim sebagai laman pendaftaran Program Penggerak HAM 2026. Dalam unggahan tersebut, masyarakat diajak mengisi formulir dengan iming-iming dapat mengikuti program resmi dari pemerintah.
Namun, klaim tersebut tidak benar.
Berdasarkan penelusuran, tautan yang beredar bukan merupakan situs resmi milik pemerintah maupun Kementerian Hak Asasi Manusia. Kementerian HAM menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah membuka pendaftaran Program Penggerak HAM 2026 melalui tautan yang beredar di media sosial.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengisi formulir atau memberikan data pribadi, seperti nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, maupun informasi sensitif lainnya melalui tautan yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Tautan semacam ini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melakukan pencurian data atau penipuan.
Apabila terdapat pembukaan program resmi dari Kementerian HAM, informasi tersebut akan diumumkan melalui situs web dan akun media sosial resmi kementerian.
Kesimpulan:
Klaim mengenai tautan pendaftaran Program Penggerak HAM 2026 adalah hoaks. Tautan yang beredar bukan berasal dari Kementerian HAM. Masyarakat diminta mengabaikan tautan tersebut serta tidak membagikan data pribadi melalui situs yang tidak terverifikasi.
Link Counter: