Sebuah video yang viral di TikTok dan media sosial lain pada awal Desember 2025 menunjukkan sejumlah pesawat dan kegiatan relawan yang diklaim sebagai bukti bantuan dari 11 negara untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam teks unggahan itu disebutkan negara-negara seperti Iran, Palestina, Malaysia, Jepang, Kanada, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Korea Utara, dan Turki sebagai pemberi bantuan.

Namun, hasil verifikasi oleh TurnBackHoax.id dan pemeriksa fakta media menunjukkan bahwa video tersebut tidak akurat dan banyak bagian merupakan produk rekayasa digital (AI/akal imitasi). Pemeriksaan dengan alat pendeteksi kecerdasan buatan memperlihatkan sejumlah kejanggalan, seperti proporsi tubuh yang tidak wajar dan objek yang tampak diedit, sehingga konten itu tidak bisa dijadikan bukti bantuan internasional yang sah.
Meski benar beberapa negara seperti Malaysia dan Tiongkok pernah menyatakan kesediaan memberikan bantuan atau telah mengirimkan dukungan tertentu, pemerintah pusat belum membuka jalur resmi bantuan luar negeri untuk penanganan bencana di Sumatera hingga artikel itu dipublikasikan. Pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara juga menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menangani situasi tersebut dengan kemampuan domestik.
Selain itu, beberapa klaim dalam video seperti pesawat dari Korea Utara atau Rusia tidak akurat karena pesawat yang muncul dalam video berbeda dari yang diklaim. Misalnya, maskapai yang disebut Korean Air sebenarnya berasal dari Korea Selatan dan tidak ada bukti resmi keterlibatan negara tersebut dalam pengiriman bantuan sebagaimana tertulis.
Kesimpulan: Narasi tentang “11 negara mengirim bantuan untuk bencana Sumatera” yang tersebar melalui video viral itu keliru dan menyesatkan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek kebenaran konten sebelum mempercayai atau membagikannya.
Sumber: