Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan momen sejumlah warga yang tampak berebut memeluk Anies Baswedan. Video tersebut disertai narasi “Beban kami langsung hilang” dan diklaim terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Unggahan ini kemudian menuai perhatian publik dan dibagikan ulang oleh banyak akun.

Namun, hasil penelusuran tim CekBeritanya menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak sesuai fakta dan video yang digunakan telah dipelintir dari konteks aslinya.
Konten tersebut diunggah oleh Akun X “MichelAdam1515” pada Jumat (2/12/2026) [vidio]. Dalam unggahannya, pembuat konten menyebut bahwa warga Aceh Tamiang berebut memeluk Anies Baswedan karena merasa beban hidup mereka langsung hilang setelah bertemu. Narasi tersebut diperkuat dengan potongan video berdurasi singkat yang menampilkan Anies dikerumuni warga.
Unggahan ini kemudian menyebar luas dan mendapat ribuan interaksi berupa tanda suka, komentar, serta dibagikan ulang ke berbagai platform lain.
Penelusuran Fakta
Tim CekBeritanya melakukan penelusuran dengan metode pencarian video dengan Google Lens. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut bukan diambil di Aceh Tamiang, sebagaimana diklaim dalam unggahan viral.
Video yang sama ditemukan dalam unggahan lain di media sosial dan kanal YouTube dengan nama akun @anakabahsolid25 yang memperlihatkan Anies Baswedan tengah makan bersama warga di wilayah Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, yang diunggah pada Selasa (16/12/2025). Dalam video versi lengkapnya, terlihat Anies berinteraksi santai dengan warga, berbincang menggunakan bahasa Jawa, dan tidak ada keterangan maupun situasi yang berkaitan dengan Aceh Tamiang.
Artikel Media Tidak Sesuai dengan Video Viral
Menariknya, unggahan tersebut juga menyertakan tautan berita daring dengan judul serupa [artikel berita]. Namun setelah ditelusuri, artikel tersebut tidak memuat video yang sama dengan yang disebarkan di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa video digunakan secara terpisah untuk membangun narasi emosional yang tidak sesuai dengan isi pemberitaan sebenarnya.
Kesimpulan
Faktanya, video tersebut kemungkinan besar direkam di Karanganyar Solo, Jawa Tengah bukan di Aceh Tamiang. Jadi unggahan video berisi narasi “Warga Aceh Tamiang rebutan peluk Anies: beban kami langsung hilang” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Saran
Tim CekBeritanya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi di media sosial. Verifikasi sumber, konteks visual, dan narasi sangat penting untuk mencegah meluasnya informasi yang menyesatkan.