Skip ke Konten

Kok Bisa Orang Komen Jahat Padahal Orang Lain Lagi Kena Musibah? Ini Kata Sains

17 Desember 2025 oleh
Kok Bisa Orang Komen Jahat Padahal Orang Lain Lagi Kena Musibah? Ini Kata Sains
CekBeritanya.com
| Belum ada komentar
Sebagai makhluk sosial pada umumnya, tanpa perlu pendidikan yang tinggi, kadang sering aneh membaca komentar-komentar yang jahat di media sosial, apalagi yang dikomentarin adalah korban atau daerah yang sedang kena musibah besar, seperti musibah banjir saat ini yang melanda di Pulau Sumatera, yaitu provinsi Sumatera Batar, Sumatera Utara, dan Aceh.


Ternyata fenomena kayak "orang-orang yang berkomentar jahat terhadap orang yang kena musibah" ini tuh berkaitan dengan rendahnya Kecerdasan Emotional seseorang.

Dalam Penelitian yang berjudul "Empathy and Emotional Intellegence in Adolescent Cyberaggresors and Cybervictims" yang dilakukan oleh Peneliti Spanyol tahun 2020 menunjukkan bahwa orang yang emotional intellegence-nya rendah akan mempunyai empati yang rendah juga, dan hal ini ditambah dengan ketidakmampuan mereka dalam mengontrol emosinya sendiri. Hal ini lah yang menyebabkan mereka mudah untuk berkomentar jahat tanpa pikir panjang.

Jadi, orang-orang yang berkomentar jahat dan tidak pantas terhadap orang atau daerah yang terkena musibah pada dasarnya mereka memperlihatkan seberapa rendah tingkat kecerdasan emotional, empati, dan pengelolaan emosi mereka.

Dalam Penelitian lain yang berjudul "Helping a Cagemate in Need: Empathy and Pro-Social Behavior in Rats" yang dilakukan oleh Peneliti USA.

Dalam penelitian ini mereka ingin menguji apakah tikus mempunyai kepeduliah empati terhadap sesamanya layaknya manusia. Disini empati menjadi pemicu/dorongan untuk melakukan tindakan menolong sesama (pro-social).


Bentuk Uji yang dilakukan



Hasil penelitian terhadap tikus tersebut menunjukkan bahwa banyak tikus yang membuka penahan untuk menolong/membebaskan tikus lain. Bahkan mereka tetap menolong tikus lain walaupun tidak ada imbalan makanan atau keuntungan langsung yang didapatkan.

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tikus mampu merasakan empati dan menolong sesamanya yang mengalami kesulitan, bahkan tanpa imbalan sekalipun.

Kesimpulannya,

Dalam hal ini, Ketika seseorang berkomentar jahat, mengejek atau tidak berempati terhadap korban/daerah yang terkena musibah, bisa dikatakan bahwa mereka gagal memenuhi kapasitas empatinya yang bahkan hewan seperti tikus aja bisa.

di dalam Read
Share post ini
Masuk untuk meninggalkan komentar
Membedah Perbedaan Surakarta, Solo, dan Solo Baru. Nama yang Sering Membingungkan