Cekberitanya - Momen Ramadhan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan aktivitas belanja, berbagi donasi, hingga mengirimkan berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun di balik meningkatnya aktivitas tersebut, terdapat risiko kejahatan siber yang juga ikut meningkat.
Pelaku kejahatan digital sering memanfaatkan situasi ini untuk menyebarkan berbagai informasi palsu dengan tujuan menipu masyarakat. Modus yang digunakan beragam, mulai dari penawaran promo palsu, penggalangan donasi fiktif, hingga pesan pengiriman paket yang sebenarnya tidak pernah ada.
Salah satu modus yang sering terjadi adalah phishing berkedok promo Ramadhan. Dalam skema ini, pelaku mengirimkan pesan melalui SMS, WhatsApp, email, atau media sosial yang berisi penawaran diskon besar, hadiah, atau promo spesial Ramadhan. Pesan tersebut biasanya disertai tautan yang tampak meyakinkan. Namun ketika tautan tersebut dibuka, korban diarahkan ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi seperti akun, kata sandi, hingga informasi perbankan.
Selain itu, terdapat pula modus donasi palsu yang memanfaatkan tingginya semangat berbagi masyarakat selama bulan Ramadhan. Pelaku biasanya mengatasnamakan lembaga sosial, yayasan, atau kegiatan amal tertentu untuk menggalang dana. Dengan menggunakan foto dan cerita yang menyentuh, pelaku berupaya menarik simpati masyarakat agar bersedia mengirimkan donasi. Padahal, dana yang terkumpul tidak pernah disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Modus lain yang juga marak adalah penipuan logistik atau kurir palsu. Pelaku mengirimkan pesan yang menyatakan bahwa paket milik korban mengalami kendala pengiriman atau tertahan di gudang. Korban kemudian diminta membuka tautan tertentu untuk memeriksa status paket. Tautan tersebut dapat mengarah ke situs palsu atau meminta korban mengunduh aplikasi berbahaya yang berpotensi mencuri data dari perangkat pengguna.
Agar terhindar dari berbagai bentuk penipuan digital tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat menerima pesan atau tautan yang tidak dikenal. Pastikan setiap transaksi dilakukan melalui platform resmi dan hindari mengklik tautan yang mencurigakan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tidak mudah percaya pada penawaran promo yang terdengar tidak masuk akal, serta tidak pernah membagikan kode OTP atau informasi pribadi kepada pihak mana pun. Memeriksa alamat situs atau domain sebelum mengaksesnya juga menjadi langkah penting untuk memastikan keaslian suatu layanan.
Dengan meningkatkan literasi digital dan kehati-hatian dalam beraktivitas di ruang siber, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang kerap muncul selama bulan Ramadhan.